Wednesday, September 23, 2015

ITU HANYALAH SEBUAH ALASAN UNTUK BERTEMU DENGANMU

Pagi yang cerah adalah awal yang baik untuk memulai hari ini. angel  berangkat pagi-pagi seperti biasa menuju rumah sakit tempatnya bekerja. Baru keluar pagar dia terpana melihat apa yang ada di depan matanya.
“Oh ostaga kau lucu sekali”. Kata Angel gemas. “Boleh aku memegangnya?”. Tanyanya pada pemilik anjing mungil nan lucu tersebut.
“Boleh”. Jawabnya sambil tersenyum ramah. Angel membelai bulunya yang lembut dan panjang.
“Kau sangat manis. Perkenalkan namaku angel”. Angel menjabat salah satu kaki depanya layaknya berkenalan dengan manusia. “namanya siapa mas?”. Tanya Angel pada pemiliknya.
“Namanya vodka. Sepertinya kau sangat menyukai anjing”.
“Kau benar dulu aku memiliki dua, seseorang membelikanya untukku tapi aku tidak punya waktu untuk mengurusnya jadi aku kembalikan. Kadang-kadang aku sangat merindukan mereka. Aku harap mereka bahagia di tempat barunya”. Angel hampir menitikan air mata. “Aku harus pergi sekarang selamat tinggal Vodka. Kata Angel dan buru-buru pergi karena tidak ingin menjatuhkan air matanya didepan orang asing.
“Pagi Angel tumben sekali kau telat, biasanya kau orang pertama yang datang di sini”. Sapa Diana.
“Iya aku terkena macet”. Angel membuat alasan.
“Cepatlah ganti baju nanti kau akan kena omel kalau terlambat”.
“Iya aku akan segera menyusulmu”. Angel berlari menuju lokernya dengan cepat. Hari berjalan seperti biasa. Bertemu dengan pasien dan membantu merawat mereka. Saat bersama mereka adalah saat-saat yang menyenangkan bagi Angel. Tidak terasa waktu sudah sore menanandakan bahwa angel harus berpisah dengan mereka.
“Ini masih sore dan besok kita libur. Bagaimana kalau kita nonton dulu”. Ajak Diana.
“Aku ingin cepat berada di kamarku aku sangat lelah”. Jawab Angel malas.
“Kamu tidak asik. Cepatlah cari pacar biar hidupmu tidak membosankan”.
“Aku lebih suka kalau kau yang jadi pacarku. Bukankah kau juga jomblo”. Goda Angel.
“Kau sakit? Maaf ya aku tidak suka makan jeruk”.
“Baiklah nikmati hidupmu yang juga membosankan itu sendiri aku akan pulang. Sampai besok”. Agel melambaikan tangan dan masuk taxi yang berhenti di depanya.
                                    @#$%@#$%@#$%
“Selamat pagi, mau berangkat kerja?”. Angel membalikan badan untuk melihat siapa yang menyapanya.
 “Hallo selamat pagi Vodka”. Sapa Angel ceria begitu melihat anjing mungil itu mengabaikan pemiliknya
“Setiap hari kau mengajak Vodka jalan-jalan di sekitar sini?”.
“Iya benar”
“Tapi kenapa kita tidak pernah bertemu ya?”.
“Itu karena aku baru pindah di sini. Baru satu minggu yang lalu”.
“Pantas saja aku tidak pernah melihatmu”..
“Itu rumahku”. Pria tersebut menunjuk salah satu rumah yang sangat besar dan indah. Selama ini Angel tidak menyadari kalau telah berdiri sebuah rumah besar di dekat rumahnya. “Kapanpun kau ingin melihat Vodka kau bisa datang kesini”. Lanjut pria tersebut.
“Baiklah tapi jangan protes kalau suatu saat Vodka lebih menyukaiku daripada menyukaimu karena aku  akan sering mengunjunginya”.
“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi”.
“Sebaiknya begitu”. Angel tersenyum. “Aku harus pergi sekarang sampai jumpa lagi Vodka”. Angel mengusap bulu Vodka gemas kemudian pergi untuk bekerja sampai sore seperti biasa.
“Aku tidak mau tahu pokoknya malam ini kita harus jalan kemarin kamu sudah menolaknya masak sekarang kau juga tidak mau”. Rengek Diana.
“Kalau kau mau mentraktirku di restoran biasa aku akan jalan”.
Jawab Diana mantap. Mereka menuju PIM  dengan mobil Diana.
“Kenapa kau suka sekali ke tempat ini apa kau tidak bosan selalu ke tempat yang sama?”. Tanya Diana.
“Karena disini banyak makanan yang enak-enak selain itu aku rasa ini tempat yang nyaman untuk jalan”.
“Yang kau pikirkan hanya makanan melulu beruntung kau bukan tipe orang yang mudah gendut”.
“Kalau kau merasa bosan datang ke sini kau bisa mengajak orang lain ke tempat lain”.
“Dimanapun tempatnya temanya si angel”.
“Ngeles saja kayak bajaj”. Mereka tertawa bersama. Selesai makan mereka berjalan-jalan untuk sekedar cuci mata.
“Hallo selamat malam, kita bertemu lagi”. Seorang pria menghampiri Angel yang tengah asik mengagumi sebuah gaun yang di pajang di etalase salah satu toko.
“Malam apa yang kau lakukan disini?”. Tanya Angel tersenyum ramah.
“Hanya jalan-jalan saja. Kau sendirian?”.
“Tidak aku bersama temanku”. Angel menunjuk Diana yang sedang berjalan ke arahnya. Kenalkan ini temanku Diana dan Diana ini tetangga baruku namaya”. Angel terdiam dia baru menyadari kalau selama ini dia tidak pernah menanyakan nama pria tersebut.
“Radit”. Sambung Radit cepat sambil mengulurkan tanganya pada Diana untuk di jabat.
“Oh my God aku adalah fans beratmu aku Diana”. Diana menjabat tangan radit antusias.
“Fans?”. Tanya Angel bingung.
“Kau tidak tahu siapa dia”. Tanya Diana tidak percaya.
“Tidak”. Angel menggelengkan kepalanya polos sambil melirik radit.
“Aku akan memberitahumu”.
“Tidak perlu”. Potong Radit cepat. “lagipula aku bukan orang hebat kok. Habis ini kalian mau kemana?”.
“Kita mau pulang”. Jawab Angel cepat. Dia ingin segera menjauh dari Radit karena malu tidak tahu siapa Radit sebenarnya. “Silahkan lanjutkan jalan-jalanya kami pergi dulu”. Angela tersenyum ramah dan menyeret Diana menjauh dengan paksa.
“Tunggu!”. Panggil Radit. “Aku juga mau pulang kau mau bareng denganku? Lagipula kita tetangga”.
“Tidak usah terima kasih Diana sudah janji mau mengantarkanku pulang”.
“Kapan aku bilang begitu”. Sela Diana tidak bisa di ajak kerjasama. Angela mencubit lenganya pelan namun Diana tidak juga mengerti.  “Radit bilang kalian tetangga kenapa kau tidak bareng saja denganya maaf aku tidak bisa mengantarmu pulang rumah kita berlawanan. Radit aku titip temanku ya kalau dia menyulitkanmu turunkan saja di jalan”. Diana mengucapkan salam peprpisahan pada merekq kemudian melenggang pergi meninggalkan Angela bersama Radit.
“Tega sekali kau awas saja aku pasti akan membalasmu”. Batin Angela mengutuk Diana.
“Sebaiknya kita juga pulang sekarang”. Ajak Radit. Angela hanya tersenyum kecut berjalan di sebelah Radit.
“Maaf aku tidak tahu kalau kau seorang bintang film”. Angela membuka suara setelah berada di dalam mobil Radit.
“Tidak perlu kau pikirkan lagipula aku juga bukan bintang film besar”.
“Tapi tetap saja aku sama sekali tidak mengenalmu aku bahkan tidak tahu siapa namamu”.
“Itu karena aku tidak memperkenalkan diriku lebih awal jangan dipikirkan sekarang kau sudah tahu siapa namaku dan kita bisa jadi teman”.
“Karena aku tahu siapa kamu dan namamu membuatku jadi canggung”.
“Ha…ha…ha…” Radit tiba-tiba tertawa meihat wajah Angela. “Sudah aku duga kau orang yang menyenangkan  kalau kau canggung lupakan aku yang kau tahu sekarang dan anggap aku hanya sebagai pemilik Vodka anjing lucu yang kau sukai”.
“Baiklah akan aku lakukan”. Angela mengangkat kepalanya tegak. Mereka ngobrol banyak hal hingga sampai di depan rumah Angela.
“Terima kasih tumpanganya”. Angela melepas sabuk pengamanya dan turun. “selamat malam”.
“Sama-sama Angela selamat malam”. Radit melambaikan tanganya lalu pergi meninggalkan Angela yang masih berdiri di depan pagar menunggu Radit menghilang dari pandangaya. Radit meliriknya melalui kaca spion dan tersenyum tipis.
“Hallo Vodka apa kabar?”. Angela menyapa Vodka yang di ikat di pagar depan rumah Radit. Sudah lama kita tidak bertemu kau tahu aku sangat merindukanmu”. Angela mengacak-acak bulu Vodka gemas seperti biasanya.
“Kapan kau akan merindukan pemiliknya?”. Radit muncul dengan segelas kopi di tanganya.
“Pagi Radit”. Sapa Angela canggung. Tidak seperti biasanya dia merasa sangat senang melihat Radit berdiri di depanya.
“Kau kemana saja beberapa hari tidak melihatmu Vodka sangat gelisah sepertinya dia merindukanmu aku juga merindukanmu”. Radit tersenyum tipis memandang Angela yang masih menunduk di dekat Vodka. Dia sengaja menghindari tatapan mata Radit.
“Tolong jangan berkata seperti itu kalau tidak aku tidak bisa menahan perasaanku lagi”. batin Angela. “Aku tugas siang”. Jawab angela setelah berhasil mengendalikan pikiranya.
“pantas saja aku tidak pernah melihatmu aku lewat depan rumahmu tiap pagi berharap bisa bertemu denganmu”.
“Aku mohon jangan di teruskan lagi”. pikir Angela. “Aku harus pergi sekarang sampai jumpa”. Pamit Angela gugup lalu mempercepat langkahnya menjauhi Radit. “Kenapa perasaanku jadi aneh? Ada apa denganku?”. Angela mengacak-acak rambutnya frustasi. Beberapa hari kemudian Angela sering berhenti di depan rumah Radit setiap mau berangkat kerja untuk menyapa Vodka meskipun itu hanya untuk alasan dirinya supaya bisa bertemu Radit.
“Raditnya sedang pergi bi…?”. Tanya Angela pada bibi yang sedang menyiram bunga.
“Mas Raditnya ada tapi sekarang lagi ada tamu”.
“Siapa bi?”.
“Saya tidak tahu tapi sepertinya pacarnya soalnya akhir-akhir ini dia sering ke sini”.
“Oh….! Hanya kata-kata itu yang mampu keluar dari mulut Angela. Entah kenapa dada Angela terasa sangat sakit mendengar Radit memiliki seorang kekasih.
“Ya sudah bi saya pergi dulu ya terima kasih bi selamat tinggal”. Angela tersenyum pada bibi. Setelah berpamitan pada Vodka Angela buru-buru pergi meninggalkan rumah Radit dengan perasaan yang tidak karuan.
“Ya ampun Angela kamu kenapa kok wajah kamu terlihat kusut?”. Tanya Diana begitu Angela tiba di rumah sakit.
“Tidak apa-apa”. Jawabnya malas.
“Tidak mungkin tidak biasanya kau seperti ini apa terjadi sesuatu?”. Desak Diana.
“Ternyata Radit sudah punya pacar”. Jawab Angela sedih.
“Ha..ha..ha….jadi kau sedang patah hati sekarang? Sama Radit? Kau jatuh cinta padanya?”.
“Teruslah tertawa sampai kau merasa puas”. Angela kesal. “Apa kau temanku?”.
“Oke, oke aku minta maaf aku hanya tidak menyangka kau akhirnya akan jatuh cinta.
“Sekarang apa yang harus aku lakukan?”.
“Lupakan saja Radit yang sudah punya pacar malam ini kita bersenang-senang”. Ajak Diana semangat.
“Kau harus membayar semua yang aku makan karena sudah mentertawakanku”. Pinta Angela. Selesai kerja mereka langsung menuju Citos dan bersenang-senang. Mereka sengaja memilih Citos dupaya tidak bertemu dengan Radit.
“Bagaimana kau mau dapat pacar kalau makanmu sebanyak ini”. Diana geleng-geleng kepala melihat Angela makan.
“Aku tidak peduli jangan protes kalau ingin melihatku senang”.
“Selamat malam kita bertemu lagi”. orang yang paling di hindari Angela sudah berdiri tepat di depanya. Hampir membuatnya tersedak.
“Malam”. Jawab Angela dengan mulut yang masih penuh.
“Kenapa kau tidak pernah mampir lagi sekarang? Vodka mencarimu”.
“Aku sibuk dan sepertinya aku juga tidak akan pernah melihat Vodka lagi”. jawab Angela sedih.
“Boleh aku duduk di sini?”. Radit menunjuk kursi kosong yang ada di sebelah Angela.
“Silahkan”. Jawan Diana. Angela meneruskan makanya tanpa mempedulikan kehadiran Radit lagi.
“Diana filmnya sudah mulai sebaiknya kita segera kesana”. Angela menghentikan makanya dan berdiri.
“Film?”. Tanya Diana tidak mengerti.
“Iya film”. Angela memelototi Diana. “Radit maaf kami harus pergi”. Angela menyeret Diana meninggalkan Radit.
“Memangnya kita nonton film?”. Tanya Diana masih tidak mengerti.
“Kenapa aku punya temen lemot sepertimu?”. Angela menghela nafas panjang. “Itu hanya alasan supaya aku bisa pergi dari Radit secepatnya kenapa aku tidak paham juga?”.
“Sorry,sorry”. Diana tersenyum meminta maaf.
“Ayo kita pulang saja tujuanku ke sini kan supaya tidak bertemu denganya tapi malah ada dia”.
“Tapi aku ada janji sama pacarku di sini sebentar lagi dia datang tunggu sebentar ya”. Diana memohon”.
“Kenapa kau tidak bilang dari tadi?”.
“Maaf kamu naik taxi ya biar aku yang bayar deh”.
“Kau ini tega sekali”.
“Makanya cepat cari pacar biar ada yang di andalkan”.
“Antarkan aku ke depan dan kau tidak boleh masuk sebelum aku naik taxi”. Rengek Angela.
“Iya baiklah”. Mereka berjalan keluar mencari taxi. Setelah Angela benar-benar sudah pergi Diana masuk kembali menunggu pacarnya datang.
                                    @#$%@#$%@#$%
“Selamat pagi kau masuk pagi hari ini?”. Sapa Radit sambil memegang tali najingnya seperti biasa.
“Pagi”. Jawab Angela ramah.
“Akhirnya aku bisa bertemu denganmu akhir-akhir ini kau susah sekali di temui ”.
“Maaf aku sudah terlambat aku harus pergi sekarang”. Angelina membuat alasan supaya bisa segera menjauh dari Radit.
“Tunggu!”. Radit menahan lengan Angela. “kenapa akhir-akhir ini kau menghindariku? Apa aku berbuat salah padamu? Katakana padaku supaya aku mnegerti aku tidak ingin kau terus menghindariku”.
“Jangan salah paham kau tidak berbuat salah apapun dan aku juga tidak menghindarimu. Maaf aku benar-benar harus pergi”. Angela menatap tanganya yang masih di pegang Radit.
“Aku merasa sikapmu berubah padaku kau  jadi dingin dan kau juga tidak pernah mengunjungi Vodka lagi”. Teriak Radit frustasi Angela terhenti tidak mampu bergerak lagi. “Katakan padaku apa yang salah denganku?”. Lanjut Radit.
“Kau tidak salah apapun aku yang salah karena aku menyukaimu meskipun aku tahu kau sudah memiliki seorang kekasih karena itu aku mohon kita jangan bertemu lagi sampai aku bisa menghapus perasaanku padamu dan menerimamu sebagai temanku lagi. Biarkan aku sendiri setelah itu aku janji_”. Belum selesai Angela meneruskna kata-katanya Radit sudah menghampirinya dan memeluk Angela tanpa mempedulikan tatapan orang di sekitarnya.
“Kau tidak perlu melakukan itu”. Kata Radit pelan. “Kau tahu beberapa hari ini aku hampir gila karena kau selalu menghindariku bahkan saat ketemupun kau langsung kabur dariku”. Lanjut Radit dia memeluk Angela semakin erat.
“Lalu bagaimana dengan wanita itu? Aku tidak mau di bilang sebagai perusak hubungan orang lain”.
“Wanita siapa?”.
“Waktu itu aku melihat kalian berpelukan di rumahmu kata bibi dia pacarmu”.
“Jadi karena itu kau menghindariku dan selalu melarikan diri dariku? Harusnya kau tanyakan dulu padaku”. Radit melepaskan pelukanya. “Dia adalah sepupuku dan kebetulan kita di kontrak untuk main iklan bareng”. Lanjut Radit.
“Jadi selama ini aku patah hati tanpa alasan”.
“Aku senang kau salah paham jadi aku bisa tahu perasaanmu yang sebenarnya”.
“Oh astaga aku sudah terlambat”. Angela melihat jam tanganya.  “Kau sudah membuatku terlambat aku harus pergi sekarang”. Kata Angela panik.
“Tunggu disini”. Kata Radit kemudian berlari dengan cepat menuju rumahnya. Tidak lama kemudia dia sudah berada di tempat Angela berdiri.
“Naiklah aku akan mengantarmu”.
“Kau yakin kau bisa bawa motor?”. Tanya Angela tidak yakin.
“Percayalah padaku aku pasti tidak akan membuatmu terluka”. Radit menyakinkan Angela. Meskipun sedikit ragu Angela naik di belakang radit. Radit meraih kedua tangan angela dan melingkarkanya di perutnya. “jangan kau lepaskan”. Setelah berkata begitu radit memacu motornya dengan cepat menyusuri jalan raya menembus kemacetan kota Jakarta.


No comments:

Post a Comment