Monday, October 15, 2018

5 Hal Susahnya Memiliki Hubungan Dengan Bule

Apakah diantara kalian ada yang ingin memiliki pasangan bule. Pertimbangkan dulu hal-hal berikut ini sebelum memutuskan untuk memiliki hubungan denga pria bule.


Jarak
Hubungan jarak jauh bukanlah hal yang mudah, antar kota saja sangat sulit untuk bertemu apalagi antar negara. Harga tiket yang mahal membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengumpulkan uang untuk membeli tiket. belum lagi untuk pegangan selama berada di negara pasangan. Gak mungkin dong kita akan tergantung sama dia kalau hubungan kita belum resmi menjadi suami istri. 


Perbedaan Waktu
Perbedaan waktu yang panjang merupakan salah satu kendala yang mempersulit bagi kita untuk berkomunikasi, apalagi kalau perbedaanya lebih dari 4 jam. Disaat kita bangun tidur pagi, dia masih tidur. Saat kita pulang kerja, dia masih kerja dan tidak bisa di ganggu. Disaat dia pulang kerja, kita yang tidur. Hanya memimiliki waktu saat weekend saja, tapi belum tentu weekend kita bisa video call atau telpon sampai puas. Karena weekend kadang dia menemani mamanya belanja atau  acara lainya yang tidak bisa dia lakukan di hari kerja. 


Makanan 
Kita orang Indonesia belum tentu cocok dengan makanan orang luar negeri. Lidah kita sudah terbiasa dengan masakan indonesia dengan bumbu berbagai macam rempah. Ini pengalamanku saat aku berada di negara asing. Disana aku hanya bisa minum susu dan makan cemilan beli di minimarket. Aku mencoba Spaghetti, tetapi rasanya berbeda dengan dengan yang di Indonesia. Mencoba KFC dengan harapan tinggi rasanya sama dengan yang ada di Indonesia, tetapi hasilnya nihil. Bahkan tidak ada saos sambal seperti yang ada di sini. Akhirnya aku menyerah dan beralih ke buah-buahan. Hasilnya sama, yaitu tidak ada yang cocok.


Berbedaan Budaya
Berbedaan budaya juga sangat mempengaruhi hubungan. Seperti halnya tata cara kita sholat, berpakaian, bersikap dan masih banyak lagi. Misalnya di turki wanita Sholat tidak memakai mukena, kita tidak akna pernah menemukan yang namanya mukena disana. Pakistan tidak mengijinkan adanya pacaran. India setelah menikah perempuan akan tinggal di rumah keluarga suaminya bersama mertua dan saudara-saudara dari suami kita. Sangat bertolak belakang bukan dengan negara kita.


Perbedaan Bahasa
Meskipun kita dan pasangan bisa bahasa inggris bukan berarti masalah komunikasi teratasi. Terkadang ada hal yang ingin kita sampaikan namun bingung cara menyampaikanya supaya mudah di mengerti olehnya. Beberapa kali aku mengalami hal ini. Sebenanrnya masalah gampang dan sepele tapi menjadi ruwet dan panjang karena meskipun menggunakna bahasa yang sama belum tentu dia bisa menerimanya. Belum lagi komunikasi dengan keluarganya. Masalah terbesarnya adalah ketika kamu berkunjung ke rumahnya dan seluruh keluarganya tidak bisa berbahasa inggris. AKWARD, BINGUNG, dan SEPERTI ORANG TERSESAT. Belum lagi kalau pasanganmu meninggalkanmu di dapur dengan ibunya. Kalian bisa bayangin situasinya seperti apa.


Jadi teman-teman jangan bayangin pacaran atau menjalin hubungan dengan bule itu menyenangkan dan gampang. Jadi kalau kalian melihat perempuan Indonesia jalan sama bule jangan bilang "enak ya bisa pacaran sama bule, kok bisa sih, aku juga pngen deh punya pacar bule". Hilangkan semua pikiran itu. Banyak hal-hal yang tidak menyenangkan juga, meskipun yang menyenangkan juga banyak. 

Monday, October 1, 2018

Hal Yang Tidak boleh Dilakukan Pada Wajah Berjerawat

Ini salah satu pengalamanku saat berjerawat. Sebelumnya aku tidak pernah memiliki jerawat, tapi entah karena angin apa tiba-tiba jerawat bermunculan. Berikut ini adalah hal-hal yang tidak boleh kamu lakukan ketika wajahmu berjerawat. 

Larangan pertama jangan pernah menyetnuh wajahmu apapun yang terjadi.

                                  

Jerawat terkadang memang terasa gatal dan membuat tangan kita tidak bisa menahan diri. Cuci tangan dulu, pastikan tanga kamu bersih baru menyentuhnya. Jangan lupa selalu sediakan gel antiseptic kecil di dalam tas untuk memastikan tangan kamu selalu bersih.

Larangan kedua hindari makanan berminyak.


Ini hal yang paling sulit aku lakukan. karrena makanan berminyak adalah hidupku. Makanna berminyak membuat jerawat sulit umutk hilang, karena itu kalau pengen cepet terbebas dari jerawat hindari makan berminyak dan perbanyak makna sayur dan buah. Minum air putih yang banyak juga supaya untuk menghilangkan racun dalam tubuh.


Larangan Kelima Hindari Pemakaian Make Up 


Setiap wanita pasti ingin selalu terlihat cantik, salah satunya yaitu dengan memakai make up. Tapi bagi yang memiliki jerawat sebaiknya hindari pemkaian make up sebisa mungkin. Karena make up mengandung bahan kimia yang akan memperparah jerawat. Lalu bagaimana supaya kita tidak terlihat pucat dan kusut saat akan pergi bekerja atau hangout sama teman. Pakai saja make up untuk alis, mata dan bibir. Sedangkan untuk kulit wajah supaya terlihat segar setelah mandi  kompres dengan es batu, lalu pakai pelembab untuk melindungi kulit dari sinar UV. Pilih yang aman dan cocok unutk kulit masing-masing. Pakai eyes shadow warna kulit, aplikasikan juga dikelopak mata bagian bawah. lakukan hal itu samapi jerawat hilang. 



Larangan keempat jangan memencet jerawat. 




Kalau melihat Jerawat yang sudah memutih pengen rasanya untuk memencetnya. Tahan keinginan itu karena akan meninggalkan bekas. Sulit unutk menghilangkan bekas jerawat. Selain itu juga membutuhkan waktu lama. 

Itulah hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika kita berjerawat. Semoga bermanfaat.












Masker wajah alami untuk menghilangkan jerawat

Akhir-akhir ini aku memiliki masalah jerawat membandel, berbagai cara aku lakukan untuk mengurangi rasa sakit dan gatal namun semuanya nihil. Setelah beberapa kali browsing di internet aku menemukan masker untuk wajah berjerawat. Aku akan membagikan pengalamanku mengobati jerawat menggunakan masker alami.

Pertama masker oatmeal + mentimun + susu.
Ambil oatmeal 2 sendok makan dan taruh ke dalam mangkuk. Cuci mentimun menjadi dua bagian. Ambil setengah saja lalu parut dan campurkan dengan oatmeal, aduk rata sampai oatmeal hancur menjadi bubur, kemudian tambahkan susu. Kalau aku pakai susu ultra putih. Cuci wajah lalu kompres wajah dengan air hangat menggunakan handuk kecil atau waslap. Setelah itu pakai makser yang sebelumnya sudah disiapkan kurang lebih 30 menit. terkahir bilas dengan air dingin sampai bersih. Gunakan masker ini dua kali seminggu.

Kedua masker kopi.
Ambil kopi secukupnya lalu tambahkan air secukupnya, aduk samapi kopi membetuk pasta. Oleskan pada wajah setelah cuci muka dan di kompres air hangat selama kurang lebih 30 menit, lalu cuci wajah menggunakan air dingin. biasanya setelah itu aku pakai viva face tonic untuk menghilangkan sisa kopi yang maish menempel pada wajah.

Itulah masker alami yang aku gunakan untuk menghilangkan jerawat. Aku juga pernah menggunakna jerus nipis atas rekomendasi teman tapi hanya sekali saja karena rasanya sangat perih luar biasa. selain itu bukanya jerawatku kempes, malah membersar dan memerah.

Itulah masker yang aku gunakan untuk menghilangkan jerawat. Kalau kalian punya pengalaman memiliki jerawat sepertiku bisa di share denganku.

Thursday, September 27, 2018

Dua Minggu di Turki Part II

Aku kembali dan aku akan melanjutkan ceritaku tentang petualangan ke Turki sebelumnya.....
Sampai bandara Ataturk Istambul aku jam 00.30, keluar pesawat langsung menuju counter yang ada tulisan tourist. Disana ada petugas yang meminta untuk menunjukan Visa dan tiket balik ke Indonesia. Prosesnya tidak lama, setelah di cap langsung ngambil koper dan keluar. Bandara Ataturk tidak sebesar bandara Soekarno Hatta, jadi tidak menemukan kesulitan apapun. Keluar temenku sudah menunggu pintu keluar dan langsung membawaku ke hotel dengan taxi. Aku menginap di salah satu hotel Sultan Ahmed. Jam 1 pagi jalanan masih ramai orang jalan kaki, banyak muda mudi yang masih nongkrong di Cafe -Cafe dan restourant. Karena saat kesana bulan puasa, malam hari orang-orang pada nongkrong sampai sahur, dimana-mana banyak orang, tapi begitu sahur selesai semua jadi sepi dan kosong. Jam 5 pagi di sana terlihat seperti jam 10 pagi di indonesia sedangkan jam 8 malam terlihat seperti jam 5 sore di Indonesia karena pas lagi musim panas. 

Puas mengunjungi lokasi Sultan Ahmed siang malam aku langsung menuju Ankara. mengunjungi Masjid Sultan Ahmed lebih baik pada malam hari karena terlihat lebih indah, selain itu malam hari banyak yang jualan macam-macam, seperti aksesoris dan maknanan. Perjalanan menuju Ankara kebetulan temenku sudah mengatur semuanya termasuk tiket. Aku menuju ke sana dengan Bus karena harga tiket yang lebih murah. Dari hotel Sultan Ahmed jalan kaki menuju Trem. NOTE : Jangan lupa beli kartu untuk Trem / Kereta sebelumnya. Turun dan naik bus menuju stasiun kereta bawah tanah sampai di tempat bus Metro. Tiket bisa di beli secara online. sampai sana tinggal sebutkan nama penumpangnya saja langsung di kasih tiketnya. Busnya untuk perjalanan antar kota disana seperti pesawat. Ada 2 Parmugara berseragam rapi pakai kemeja yang siap melayani segala kebutuhan penumpangnya. segala macam minuman tersedia mulai dari air putih sampai jus, di sediakan makanan juga yang bisa di lihat di layar TV depan tempat duduk. Naik bus merupakan kepuasan tersendiri karena bisa melihat pemandangan kanan kiri yang terlihat seperti negeri dongeng. selain hemat biaya juga bisa menikmati pemandangan indah. 


Tidak banyak yang bisa di kunjungi di Ankara selain tempat makan dan Mall. Tempat bersejarah yang aku kunjungi di Ankara hanyalah Amitkabir, selebihnya hanya menghabiskan waktu di rumah temenku dan Mall. itupun karena aku merengek untuk keluar mkanaya di bawa ke Mall. Punya Teman orang Turki sangat di sarankan kalau mau megunjungi negara tersebut karena disana jarang sekali orang yang bisa bahas inggris. Kecuali di Antalya, disana banyak yang bisa bahasa inggris karena disana adalah Balinya turki. Tidak banyak makanan yang bisa aku makan disana karena rasanya yang tidak sesuai dengan makanan Indonesia. Aku makan karena di paksa untuk makan oleh mama temenku, jadi mau gak mau harus makan apapun yang terjadi.

Bosan di Ankara tiak melakukan apapun aku melanjutkan perjalanan menuju Antalya. Tiket sudah di beli, hotel sudah di pesan, tiba saatnya terbang. Satu-satunya transportasi menuju bandara yaitu taxi. biaya taxi dari rumah teman saya menuju bandara di Ankara jauh lebih mahal daripada harga tiket pesawat Ankara - Antalya. Sebelum memasuki bandara ada Polisi di pintu masuk meminta kita menunjukan paspor untuk di periksa. Agak lama menunggu paspor di kembalikan, tapi jangan panik selama kita tidak berbuat hal yang di larang dan bukan turis gelap. Setelah Paspor di kembalikan langsung di suruh memasuki bandara disana akan di lakukan pemeriksaan lagi sebelum check in. Dan disinilah masalahnya. Petugas counternya tidak bisa bahasa inggris. Aku kelebihan bagasi dan dia terus ngomong pakai bahasa turki. Karena melihat aku panik, dia langsung bilang money lalu memberikan selembar kertas untuk di serahkan ke counter pembayaran bagasi. Aku tidak tahu harus pergi ke counter mana akhirnya meminta bantuan orang duduk, beruntunglah dia bisa bahasa inggris meskipun cuma sedikit. Berkat sang penolong semua lancar dan selesai tepat waktu, tidak lama pesawat sudah mendarat di Antalya.

Di Antalya semua aku lakukan sendiri tanpa bantuan siapapun. Dari bandara menuju  hotel naik Taxi lagi. Kleuar pintu langsung ada petugas yang menawarin taxi. Driver taxi di bandara sangat rapi, tidak seperti driver yang kita temui di jalan. Di Turki dimana-mana ada semacan tiang listrik dan tombol atasnya ada tulisan taxi, kita tinggal tekan tombol aja kalau pengen naik taxi. tidak perlu telpon atau keluar pergi ke pinggir jalan seperti di Indonesia. Aku hanya mengunjungi beberpaa tempat di Antalya karena waktunya sudah mepet, dua hari di Antalya langsung terbang lagi ke Istanbul menuju Dubai lanjut ke Indonesia. Prosesnya sama untuk naik pesawat dari Turki ke Indonesia.

Inilah pengalamanku selama di Turki. Selamat jalan-jalan bagi yang mau ke Turki.

Thursday, July 19, 2018

Dua Minggu Di Turki Part I

Awalnya negara yang sangat ingin aku kunjungi adalah korea, keran saking seringnya nonton drama korea. Tapi pada akhirnya bukan korea yang aku kunjungi melainkan Turki. awalnya aku ragu untuk pergi kesana makanya tidak membeli tiket pesawat jauh2 hari. Aku beli tiket beberapa hari sebelum lebaran. Harganya udah dua kali lipat. itu pelajaran pertama yang harus diambil.

Tiket pesawat Jakarta - Turki dan Turki Jakarta sudah dapat aku langsung ngurus Visa Online di https://www.evisa.gov.tr/en/. Prosesnya tidak lama, hanya 2 menitan setelah bayar Pakai Kartu Kredit Visa, E -Visa langsung dikirim ke eamil yang sudah terdaftar. Selain E-visa Turki juga menyediakan VOA (Visa On Arrival), yang bisa di buat di bandara Ataturk Istanbul. Tapi sebaiknya membuat E-visa saja karena selain gak perlu ngantri, kalau pesawat yang kita naikin pakai transit, di bandara tempat kita transit diminta untuk menunjukan Visa. Tiket pesawat dan Visa sudah ditangan, Izin keluarga sudah di kantongin, tinggal menukar uang menjadi dollar. Tidak perlu menuakr semua uang memakia Dollar ya, karena pengalamanku disana aku justru memakai Debit karena kata orang-orang tuker dollar ke TL di bandara mahal, makanya aku tarik tunai di ATM begitu tiba di bandara Ataturk Turki.

Oke setelah Dollar sudah dapet tibalah saatnya packing. Baju, celana, segala keperluan mandi dan makeup. Karena aku kesana pas summer, aku hanya membawa celana dan kaos tipis yang simple. Aku hanya membawa beberapa stel baju karena aku memang berniat untuk membeli baju disana. aku dengar dari temanku yang disana, baju di turki jauh lebih murah daripada di indonesia. kenapa dia tahu?. karena sebelumnya dia pernah mengunjungi Indonesia. Setelah semua udah beres tinggal menunggu hari esok untuk berangkat.

Eng ing eng....inilah yang paling ditunggu-tunggu, hari keberangkatan ke Turki. Hari H akhirnya datang. Kebayang dong deg-deganya seperti apa. Selain karena aku pergi keluar negeri untuk pertama kali aku juga pergi seorang diri. SENDIRI DAN SEORANG DIRI. berani banget kan aku. BRAVO. Aku memesan taxi online supaya lebih gampang. Pesawat boarding jam Jam 3 sore tapi jam 11 pagi aku sudah sampai di bandara. Aku naik pesawat Oman Air untuk berangkatnya. Transit di bandara Muscat, Oman. Di tiket tertera aku harus Check In di terminal 2, dan setelah aku cari-cari tidak menemukanya aku tanya sama receptionist disana, dia bilang Oman Air sudah pindah di terminal 3. gubrak...ingin rasanya hati ini menjerit, untung aku berangkat lebih awal. akhirnya aku tanya lagi terminal 3 dimana dijelasinlah aku harus kemana. aku harus keluar dari terminal 2 menuju gedung lain untuk menunggu kereta menuju terminal 3. setalah kurang lebih 30 menitan kereta menuju terminal 3 datang. Pertama aku harus melewati proses security Check untuk memastikan aku tidak membawa Bom atau benda berbahaya lainya.lepaskan semua benda logam dari tubuh seperti sabuk dan jam tangan. lepaskan jaket dan keluarkan tablet sama handphone dari tas untuk di tempatkan di tenpat terpisah yang sudah di sediakan. Setiap bandara memiliki peraturan yang berbeda. jadi ikuti saja instruksi yang mereka berikan. selesai security check tinggal mencari counter untuk Check in.

 setelah mencari kesana kemari aki menemukan Tulisan Oman Air beserta anak panah. Alangkah senangnya hati ini. ku langsung menuju tempat check in untuk Oman Air. langsung aku serahkan paspor dan tiket keberangkatan ke mbak petugasnya yang cantik. Terus sama mbaknya diminta untuk menunjukan visa sama tiket kembali ke indonesia, untung sudah aku siapkan semuanya di tempat yang mudah di jangkau. setelah di cek visa  dan tiket kembali ke indonesia sama mbaknya langsung di kembalikan. Setelah itu nimbang koper sama ngecek apakah ada barang elektrok dan benda berbahaya di dalamnya atau tidak. Koper udah beres mbknya ngasih Boarding Pass dari Muscat ke Turki di suruh untuk menyimpanya lebih dulu, setelah itu barulah di serahkan Boarding Pas dari bandara Jakarta menuju Muscat beserta paspor. Semua udah beres saatnya menuju Ruang tunggu menuju pesawat, tapi harus melewati beberapa tahap terlebih dahulu.

Tunjukan Boarding Pass pada petugas yang ada di pintu masuk untuk di cek, setelah dikembalikan selanjutnya security check sama seperti sebelumnya. Lepas semua benda logam dari tubuh, jaket, keluarkan handphone dan tablet untuk di cek. setelah selesai semua saatnya cek paspor oleh petugas Imigrasi. Patugasnya serem dan dingin. mengajukan beberapa pertanyaan yang mengintimidasi. deg-degan campur gugup dan kesel tapi semua itu bisa dilewati. Jawab saja semua pertanyaanya dan jangan bohong ya. akhirnya semua beres tinggal menuju ruang tunggu menuju pesawat.

Tiba saatnya terbanglah menuju Muscat. Pesawatnya enak luas dan tempat duduknya nyaman. Bisa nonton film sampai puas atau ndengerin musik. jadi dijamin tidak akan bosan. Pejalanan dari bandara soekarno Hatta menuju Muscat 8 jam 30 menit.  Pesawatku  transit 50 menit. waktu yang sangat singkat. Tempat boarding yang tertera di Boarding Pass berbeda dengan kenyataanya. Pastikan mengecek di layar terminal berapa pesawat akan boarding. Aku hampir ketinggalan pesawat karena tidak ngecek di layar. Pelajaran kedua harus selalu mengecek di layar tempat boarding dan waktu apakah ada perubahan atau tidak. Aku harus lari karena waktunya sudah hampir habis ebelum terminal ditutup. Juserahkan Boarding Pass tapi oleh Petugas di Muscat paspor dan Visa juga di minta untuk mereka cek. seperti yang aku bilang setipa bandara memiliki peraturan yang berbeda. padahal di bandara lain boarding pass saja sudah cukup. Semua aman terbanglah menuju bandara Ataturk Istanbul. Perjalanan dari Muscat ke Ataturk memerlukan waktu 5 jam 15 menit.

Ceritanya di lanjut lain waktu ya..........







Monday, June 6, 2016

LOVE IS HURT

Part 3
            “Aku udah di depan kantormu. Kapan kau keluar?”. Aldhi mengirim line.
            “Aku keluar sekarang”. Aku buru-buru memasukan barang-barangku ke dalam tas dan berlari keluar menghampiri Aldhi yang tengah duduk di atas motornya.
            “Kau mau kemana?”. Tanya Aldhi tersenyum hangat begitu aku sudah sampai di dekatnya. Aldhi adalah salah satu temanku yang belum lama ini aku kenal. Ia pria yang baik dan menyenangkan.
            “Aku kelaparan, bisakah kita cari makan?”. Aku mengernyit memegangi perutku yang terasa melilit.
            “Baiklah, kamu mau makan apa?”.
            “Apa saja yang penting makan”. Aku segera duduk di belakang Aldhi dan dia segera menghidupkan mesin motornya. Ia segera menarik gas setelah memastikan aku sudah duduk dan berpegangan dengan aman di belakangnya.
            Kita berhennti di kedai makan yang menjual berbagai makanan serba bakar. Aldhi memarkir motornya sementara aku mencari tempat duduk.
            “Kenapa belum pesan? Katanya kau lapar?”. Tanya Aldhi melihatku asik dengan handphone di tangaku.
            “Aku nunggu kamu baru pesan”. Aku menyunggingkan senyum menyambutnya. Seorang pelayan datang menanyakan apa pesanan kami berdua.
            “Apa kau selalu bersikap seperti pada semua orang?”. Tanya Aldhi setelah pelayan tersebut meninggalkan meja kami untuk mengambil pesanan yang sudah dicatatnya diatas kertas kecil.
            “Bersikap bagaimana?”.
“Selalu tersenyum kepada siapapun dan bersikap baik tanpa memandang siapa mereka”.
“Memangnya itu salah? Bukankah kita harus bersikap baik dan ramah kepada siapapun tanpa terkecuali?”. Tanyaku tidak mengerti dengan perkataan Aldhi.
“Memang benar tapi bisa membuat orang lain salah paham, termasuk aku”.
“Salah paham? Aku tidak mengerti maksudmu?”. Pelayan tersebut kembali ke meja kamu dengan beberapa makanan ditanganya. Ia meletakakn satu persatu pesanan kamu hingga memenihi meja bulat kecil yang ada di depan kami.
“Karena sikapmu membuatku jatuh cinta padamu?”. Lanjut Aldhi.
“What?!”. Teriaku kencang. Cukup kencang hingga membuat pengunjung lain menoleh pada kami.
“Aku tahu kamu hanya menganggapku sebatas teman”. Aldhi terlihat tidak bersemangat.
“Boleh aku makan dulu, setelah makan kita lanjutkan pembicaraan ini”. Aku hanya meminta jeda untuk mengolah pikiranku. Aku tidak pernah berfikir Aldhi akan berkata seperti itu. Yang aku tahu  dia adalah teman yang sejak awal dia sudah tahu kalau dia hanya bisa menjadi temanku tidak lebih.
“Apakah aku masih punya harapan?”. Tanya Aldhi, sepertinya ia sudah tidak bisa membendungnya lagi.
“Maaf itu permintaan yang sulit”. Kataku menyesal.
“Aku mengerti. Kita masih bisa menjadi teman”. Kesedihan terlihat di wajah Aldhi.
“Sungguh aku tidak ingin menyakiti siapapun. Bisakah kau tetap menjadi temanku dengan keadaan seperti ini? aku itdak ingin menyakitimu. Kau adalah pria yang baik”.
“Asalkan aku bisa bersamamu aku akan baik-baik saja. Kau tidak usah pedulikan perasaanku. Biar aku yang mengurusnya. Yang perlu kau lakukan hanyalah tetap menjadi temanku”.
Hatiku merasa tidak enak mendengar perkataan Aldhi. Aku sangat tahu bagaimana perasaanya. Kalau  aku terus bersamanya dan menahanya disisiku itu hanya akan menyakitinya. Aku tidak bisa melakukan itu. Selesai makan Aldhi langsung mengantarku pulang. Aku juga tidak ingin membuatnya dalam posisi yang lebih sulit.
“Aldhi sorry aku tidak ingin menyakitimu. Aku ingin kita jangan bertemu dulu, aku minta maaf”. Kataku setelah sampai di depan rumah.
“Aku tidak akan meminta apapun darimu”.
“Karena itu aku tidak ingin mnehanmu. Itu hanya akan menyakitimu”.
“Baiklah aku mengerti. Aku hanya berharap kita masih bisa berteman”. Aldhi terlihat murung.
“Kita masih tetap berteman, kita hanya tidak bertemu untuk sementara waktu”.
“Baiklah aku akan menunggu kabar darimu”.
“Bye Aldhi”. Aldhi menyalakan mesin motornya dan aku masuk rumah dan merebahkan tubuhku diatas kasur. Aku merogoh handphone dari dalam tas membalas pesan Jaz yang tadi belum sempat aku jawab.
“Sorry Jaz tadi aku masih makan”. Balasku.
“It’s oke baby bagaimana hari ini?”.
“Aku kehilangan satu temanku lagi karena cinta”. Tulisku. Jaz langsung meneleponku sepertinya tidak sabar dengan ceritaku hari ini.
“What happened baby?”. Tanya Jaz tidak sabar.
“Aldhi bilang suka padaku”.
“Terus?”.
“Tentu saja aku bilang kita tidak usah bertemu dulu. Aku tidak ingin perasaanya semakin dalam. Aku tidak ingin memberinya harapan palsu sementara kamu tahu sendiri aku tidak bisa move on dari Altan. Aku tahu perasaan Aldhi saat ini, karena itu aku tidak ingin membuatnya berada pada posisi yang sulit”.
“Baby aku tidak mengetri denganmu. Kenapa tidak kau tinggalkan saja Altan yang tidak tahu diri itu? Dia tidak layak mendapatkanmu”.
“Umur panjang, Altan meneleponku. Aku akan menghubungimu nanti”. Aku segera menjawab panggilan Altan. Banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya.
“Hai Baby how are you?”.
“I am great”. Jawabku dengan nada yang aku buat seceria mungkin.
“Meskipun tanpa aku?”. Altan terlihat tidak senang.
“Memangnya apa yang yang harus aku lakukan Altan? Bukan aku yang tiba-tiba menghilang seenaknya dan muncul sesukanya”.
“Baby I am busy”.
“Tapi tidak cukup sibuk untuk bermain dengan wanita lain”. Jawabku kesal. Aku sudah tidak bisa lagi berpura-pura kalau aku baik-baik saja. “Aku tidak bodoh Altan. Aku tahu apa yang kamu lakukan. Kamu tidak perlu tahu darimana aku tahu semua itu”.
“Baby trust me. Kalau aku punya waktu aku pasti akan menghubungimu”.
“Tidak lagi Altan. Aku sudah tidak sanggup menjadi mainanmu lagi. Aku akan melepaskanmu. Kau bebas mau melakukan apapun yang kamu suka”.
“Baby kenapa kau tidak percaya padaku?”.
“Karena kamu memang tidak bisa dipercaya. Aku tidak ingin kehilangan teman-temanku lagi. Aku tahu dari awal kamu memang tidak pernah menyukaiku. Aku memang cukup bodoh untuk kau permainkan. Tapi sekarang tidak lagi Altan. Aku akan mencintaimu orang yang tulus denganku, bukan orang yang hanya bermain-main denganku. Aku tahu aku akan menyesalinya nanti tapi aku harus menghapusmu dari ingatanku. Aku akan menghapus semua hal yang berhubungan denganmu Altan. Good bye Altan”.
Tanpa menunggu lagi aku langsung memutus panggilan. Aku juga menghapus Skype, Facebook, Hangout dan semua Contact yang berhubungan dengan Altan. Hanya ada dua pilihan yang aku miliki saat ini. tetap membiarkan bayang-bayang Altan menghantuiku atau menghapus semua bayang-banyang tersebut. Air mata menggenang dimataku. Aku tahu aku akan menyesalinya tapi aku juga tidak ingin terus merasa sakit. Aku hanya berharap ini adalh keputusan yang tepat, bukan karena emosi sesaat. Aku sudah memutuskan untuk mengakhiri semua dan membuka hati unutk orang yang benar-benar peduli padaku.


            

Tuesday, April 5, 2016

LOVE IS HURT


Part 2

           “Terima kasih ya sudah mau aku ajak nonton, aku seneng banget bisa jalan sama kamu hari ini”. Kata Adam sambil menggenggam tangan kiri ku erat namun lembut.
            “Oke, tidak masalah”. Aku mempercepat langkahku. Aku sedang berjalan bersama Adam namun pikiranku tetap tidak bisa di alihkan dari Altan. Bukanya aku menghianati Altan ataupun mempermainkan Adam tetapi sikap Altanlah yang membuatku menjadi seperti ini. Aku tidak ingin terus tenggelam oleh kesedihan karena sikapnya, karena itulah saat ada pria yang mengajakku nonton aku langsung mengiyakanya tanpa berfikir lagi.
            “Film apa yang ingin kau tonton?”. Tanya Adam seraya memperhatikan layar yang terpasang di belakang kasir pembelian tiket.
            “Allegiant”. Jawabku singkat mengikuti arah pandangan Adam. Dia memesan dua tiket Aligiant dan membayarnya. Sebelum berangkat aku sudah mencari informasi mengenai jadwalnya sehingga kita bisa langsung masuk.
            “Kamu tidak dingin?”. Adam menoleh padaku yang duduk dalam diam.
            “Tidak”. Jawabku singkat. “Alta maafkan aku tapi kamulah yang membuatku jadi seperti ini”. Pikiran itu terus memenuhi isi kepalaku mengabaikan keberadaan Adam yang duduk di sebelahku. Bahkan film yang sudah mulaipun tidak bisa mengalihkan pikiranku. Sampai fil selesai di putar aku tidak bisa fokus.
            “Kamu mau makan apa?”. Tanya Adam setelah kita keluar dari bioskop.
            “Sorry aku tidak ingin makan, kita langsung pulang saja tapi kalau kamu mau makan tidak apa-apa aku kana pulang duluan”. Moodku benar-benar sudah berubah seratus delapan puluh derajat tanpa alasan yang jelas. Yang aku inginkan adalah pulang dan masuk kamar.
            “Kamu yakin tidak amkana dulu? Kita makan sebentar yasetelah itu kita langsung pulang”. Adam masih berusaha membujukku dengan sabar.
            “Kamu makan saja aku akan pulang duluan”. Aku berjalan menjauh dari”.
            “Aku akan mengantarmu pulang”. Adam meraih tanganku supaya aku memelankan langkahku. Dia langsung mengantarku pulang.
            “Kamu kenapa? Sedang ada masalah?”. Tanya Adam di tengah perjalanan melihatku yang terus bungkam. Mungkin dia mulai penasaran.
            “Tidak, aku hanya lagi bad mood aja”. Jawabku agak ketus. Sebenarya aku tidak bermaksud bersikap seperti itu padanya. Tetapi aku juga tidak bisa mengontrol diriku. Adam memilih diam endengar sikapku yang menandakan sedang tidak ingin di ganggu. Sisa perjalanan kita lewatkan dengan kebisuan sampai tiba di depan pagar rumahku.
            “Makasih ya udah mau aku ajak jalan”. Kata Adam sekali lagi. “Lain kali mau kan kan kalau aku ajak jalan lagi? Besok boleh gak aku main ke sini?”.
            “Sorry Dam besok aku sudah ada rencana sama keluarga, biasa family time. Lain kali kalau aku ada awaktu kita masih bisa jalan kok”.
            “Oke, makasih ya sekali lagi”. Adam melemparkan senyum tulusnya sebelum pergi. Aku masuk rumah dengan wajah yang masih tampak seperti kain yang belum di setrika.
            Sampai di kamar aku kembali membuka laptopku dengan harapan Altan mengirimiku pesan lewat skype dan bilang i miss you padaku. Tapi yang dapatkan justru pesan dari Jazz yang menanyakan keberadaanku.
            “Aku baru sampai di rumah Jaz”. Balasku pada Jaz. Tidak sampai setengah menit Jaz langsung memanggilku lewat video call.
            “Hello baby, how your day?”. Tanya Jaz ceria.
            “Not Good jaz”.
            “Why? what happen baby?. By the way i miss your smile, smile for me please”. Lagi-lagi Jaz merengek seperti anak kecil minta di buatkan susu.
            “Aku sedang tidak ingin becanda Jaz. Dan memintaku untuk tersenyum di saat seperti ini adalah permintaan yang mustahil”.
            “Altan lagi? Apa yang sudah dia lakukan padamu? Kenapa kau tidak meninggalkanya saja?”. Jaz berubah kesal.
            “Tidak semudah itu Jaz, aku sudah melakukan itu sebelumnya tapi aku hanya bisa bertahan dua minggu”.
            “Baby aku akan menjemputmu. Aku akan membuatmu melupakanya, akan aku ajak keliling Singapore juga belanja”.
            “Bagaimana dengan pekerjaanku? Aku tidak bisa meninggalkanya, aku masih dalam masa percobaan”.
            “Altan?”. Tanya Jaz melihatku meraih Hanphone di sampingku dan membacanya dengan serius.
            “Bukan tapi Adam”. Kataku tanpa mengalihkan tatapanku dari handphone.
            “Siapa Adam? Apa yang dia katakan?”. Nampaknya rasa penasaran Jaz tidak bisa di bendung lagi.
            “Adam adalah pria yang aku katakan padamu kemarin. tiga tahun lebih muda dariku dan juga yang barusan nonton denganku. Dia bilang dia suka padaku”. Jawabku enteng namun detail.
            “Kenapa diabilang suka padamu?”.
            “Oh my God jaz. Haruskah kau tanyakan hal itu padaku? Mana aku tahu kenapa dia menyukaiku? Kenapa kau tidak tanyakan langsung saja padanya?”. Aku mulai kesal dengan sikap Jaz yang selalu ingin tahu.
            “Oke Baby jangan marah. I am sorry, oke”. Jaz mengatupkan kedua tanganya meminta maaf seperti anak kecil yang mau di hukum ibunya karena membuat kesalahan tak termaafkan.
            “Its oke”.
            “Bgaimana dengan Althan? Apa dia sudah memperlakukanmu dengan baik?”. Jaz mengalihkna pembicaraan melihat wajahku yang masih terlihat kesal.
            “Masih sama, dia masih cuek dan tidam mengirimiku pesan apapun. Memang sih aku yang memintanya untuk membiarkan aku sendiri dulu tapi setidaknya tidak bisakah dia bilang i miss you padaku?”. Aku semakin kesal tapi kali ini pada Jaz melainkan pada Althan.
            “Baby kalau kau memintanya tidak menghubungimu bagaimana dia menghubungimu?”.
            “Aku memang berkata seperti itu, tapi tidak bisakah dia peka sedikit saja. Saat aku berkata jangan bukan berarti hatiku menyuruhnya untuk menajauh, saat aku bilang baik-baik saja, hatiku sangat sakit”.
            “Baby katakan apa yang ingin kau katakan, beritahu dia apa yang kau inginkan. Bagaimana dia tahu kalau kau tidak memberitahunya apa yang kau rasakan. Laki-laki bukan peramal yang bisa membaca hati dan pikiran orang . dia adalah manusia biasa seperti pada umumnya”. Jaz tidak mengerti dengan sikapku.
            “Apa aku salah kalau menginginkan dia dan terlalu berharap padanya? Aku selalu bilang kalau mecintainya dan menginginkanya. Apa itu kurang?. Aku juga selalu bilang kalau aku selalu merindukanya setiap waktu. Apa itu tidak ckup untuk membuatnya peka meskipun cuma sedikit. Aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa Jaz. Kenapa kau sekaran juga mengatakan hal yang sama seperti dirinya?”. Aku merasa sudah putus asa. Tidak terasa air mataku jatuh di pipi.
            “Baby, I am sorry. Don’t cry oke. This is my fault”. Jaz terlihat panik. Ia memegang kepalanya dan menarik rambutnya frustasi.
            “Its oke, leave me alone now”. Kataku masih dengan air mata mengalir. Jaz minta maaf sekali lagi sebelum mengakhiri obrolan kami. Wajahnya nampak tidak rela untuk meninggalkanku yangmasih menangis.