Thursday, September 27, 2018

Dua Minggu di Turki Part II

Aku kembali dan aku akan melanjutkan ceritaku tentang petualangan ke Turki sebelumnya.....
Sampai bandara Ataturk Istambul aku jam 00.30, keluar pesawat langsung menuju counter yang ada tulisan tourist. Disana ada petugas yang meminta untuk menunjukan Visa dan tiket balik ke Indonesia. Prosesnya tidak lama, setelah di cap langsung ngambil koper dan keluar. Bandara Ataturk tidak sebesar bandara Soekarno Hatta, jadi tidak menemukan kesulitan apapun. Keluar temenku sudah menunggu pintu keluar dan langsung membawaku ke hotel dengan taxi. Aku menginap di salah satu hotel Sultan Ahmed. Jam 1 pagi jalanan masih ramai orang jalan kaki, banyak muda mudi yang masih nongkrong di Cafe -Cafe dan restourant. Karena saat kesana bulan puasa, malam hari orang-orang pada nongkrong sampai sahur, dimana-mana banyak orang, tapi begitu sahur selesai semua jadi sepi dan kosong. Jam 5 pagi di sana terlihat seperti jam 10 pagi di indonesia sedangkan jam 8 malam terlihat seperti jam 5 sore di Indonesia karena pas lagi musim panas. 

Puas mengunjungi lokasi Sultan Ahmed siang malam aku langsung menuju Ankara. mengunjungi Masjid Sultan Ahmed lebih baik pada malam hari karena terlihat lebih indah, selain itu malam hari banyak yang jualan macam-macam, seperti aksesoris dan maknanan. Perjalanan menuju Ankara kebetulan temenku sudah mengatur semuanya termasuk tiket. Aku menuju ke sana dengan Bus karena harga tiket yang lebih murah. Dari hotel Sultan Ahmed jalan kaki menuju Trem. NOTE : Jangan lupa beli kartu untuk Trem / Kereta sebelumnya. Turun dan naik bus menuju stasiun kereta bawah tanah sampai di tempat bus Metro. Tiket bisa di beli secara online. sampai sana tinggal sebutkan nama penumpangnya saja langsung di kasih tiketnya. Busnya untuk perjalanan antar kota disana seperti pesawat. Ada 2 Parmugara berseragam rapi pakai kemeja yang siap melayani segala kebutuhan penumpangnya. segala macam minuman tersedia mulai dari air putih sampai jus, di sediakan makanan juga yang bisa di lihat di layar TV depan tempat duduk. Naik bus merupakan kepuasan tersendiri karena bisa melihat pemandangan kanan kiri yang terlihat seperti negeri dongeng. selain hemat biaya juga bisa menikmati pemandangan indah. 


Tidak banyak yang bisa di kunjungi di Ankara selain tempat makan dan Mall. Tempat bersejarah yang aku kunjungi di Ankara hanyalah Amitkabir, selebihnya hanya menghabiskan waktu di rumah temenku dan Mall. itupun karena aku merengek untuk keluar mkanaya di bawa ke Mall. Punya Teman orang Turki sangat di sarankan kalau mau megunjungi negara tersebut karena disana jarang sekali orang yang bisa bahas inggris. Kecuali di Antalya, disana banyak yang bisa bahasa inggris karena disana adalah Balinya turki. Tidak banyak makanan yang bisa aku makan disana karena rasanya yang tidak sesuai dengan makanan Indonesia. Aku makan karena di paksa untuk makan oleh mama temenku, jadi mau gak mau harus makan apapun yang terjadi.

Bosan di Ankara tiak melakukan apapun aku melanjutkan perjalanan menuju Antalya. Tiket sudah di beli, hotel sudah di pesan, tiba saatnya terbang. Satu-satunya transportasi menuju bandara yaitu taxi. biaya taxi dari rumah teman saya menuju bandara di Ankara jauh lebih mahal daripada harga tiket pesawat Ankara - Antalya. Sebelum memasuki bandara ada Polisi di pintu masuk meminta kita menunjukan paspor untuk di periksa. Agak lama menunggu paspor di kembalikan, tapi jangan panik selama kita tidak berbuat hal yang di larang dan bukan turis gelap. Setelah Paspor di kembalikan langsung di suruh memasuki bandara disana akan di lakukan pemeriksaan lagi sebelum check in. Dan disinilah masalahnya. Petugas counternya tidak bisa bahasa inggris. Aku kelebihan bagasi dan dia terus ngomong pakai bahasa turki. Karena melihat aku panik, dia langsung bilang money lalu memberikan selembar kertas untuk di serahkan ke counter pembayaran bagasi. Aku tidak tahu harus pergi ke counter mana akhirnya meminta bantuan orang duduk, beruntunglah dia bisa bahasa inggris meskipun cuma sedikit. Berkat sang penolong semua lancar dan selesai tepat waktu, tidak lama pesawat sudah mendarat di Antalya.

Di Antalya semua aku lakukan sendiri tanpa bantuan siapapun. Dari bandara menuju  hotel naik Taxi lagi. Kleuar pintu langsung ada petugas yang menawarin taxi. Driver taxi di bandara sangat rapi, tidak seperti driver yang kita temui di jalan. Di Turki dimana-mana ada semacan tiang listrik dan tombol atasnya ada tulisan taxi, kita tinggal tekan tombol aja kalau pengen naik taxi. tidak perlu telpon atau keluar pergi ke pinggir jalan seperti di Indonesia. Aku hanya mengunjungi beberpaa tempat di Antalya karena waktunya sudah mepet, dua hari di Antalya langsung terbang lagi ke Istanbul menuju Dubai lanjut ke Indonesia. Prosesnya sama untuk naik pesawat dari Turki ke Indonesia.

Inilah pengalamanku selama di Turki. Selamat jalan-jalan bagi yang mau ke Turki.

No comments:

Post a Comment